Skip to main content

Teruntuk sahabat masa kecilku ๐Ÿ˜‰

 KAWAN 
By Vadin el-Mhasir ๐ŸŒฟ
Kau punya impian bukan? 
Kau pun punya tujuan bukan? 
Sama seperti diriku 

Lalu, mengapa kau berhenti? 
Mengapa kau diam tak bersua? 
Mengapa kau kini jadi lemah seakan tak ada nyawa. 

Kemanakah jiwa semangatmu? 
Dimanakah engkau sembunyi? 
Tak kasihankah engkau pada hatimu yang rela menanti? 
Tak iba kah engkau pada akal mu yang selalu merenung? 

Dimanakah engkau sesungguhnya? 
Masihkah secercah cahaya impian itu bersemayam? 
Ku mohon kembalilah
Ku mohon bangkitlah

Aku menantimu 
Jemari ku telah siap menggapai mu
Tangan ini telah siap merangkulmu
Ku mohon, mari kita bangkit bersama. 
Aku siap disisimu, kawan..


Puisi ini ku persembahkan khusus teruntuk sahabat masa kecilku, Rizky Wirid Diniah. Keep fighting, coz i'll be there for you, Dini.. ๐Ÿ˜‰ 
Salam ukhuwah teruntuk muslimah sedunia ๐Ÿ˜†

Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

Apa yang Akan Kau Ungkapkan Ketika Bertemu dengan Rasulullah?

  Apa yang Akan Kau Ungkapkan Ketika Bertemu dengan Rasulullah?  By. Eva Dianidah  ุจุณู… ุงู„ู„ู‡ ุงู„ุฑุญู…ู† ุงู„ุฑุญูŠู…  Ada sebuah syair dari salah satu wanita kebanggaan Islam, namanya Shafiyah Binti Musafir. Ketika turut hadir dalam perang Badar, dan meratapi pasukan Quraisy yang terbunuh dalam perang tersebut ia melantunkan sebuah Bait-bait syair berikut.  "Hai orang yang matanya selalu menangis,  Aku ini laksana pengembara yang berjalan semalam suntuk  Sambil minum tetes-tetes air hujan,  Aku bukan seekor singa yang sudah tak punya kuku dan gigi,  Tetapi aku adalah seekor singa jantan lapar Yang masih kuat melompat dan menerkam dengan cakar yang tajam."1     Perang Badar yang merupakan salah satu perang terbesar umat Islam ketika masih didampingi oleh baginda Nabi Muhammad SAW. Bersama beliau, umat Islam turut serta  berjuang melawan pasukan Quraisy hingga di penghujung maut pun mereka tetap teguh berdir...

Kongkow Kebudayaan bersama Bens Radio, Membuka Tabir Budaya Indonesia

KONGKOW KEBUDAYAAN "Menghadirkan Kebudayaan di Tengah Pesta Demokrasi"     Menurut Ridwan Saidi, sang budayawan senior atau yang biasa dikenal dengan panggilan akrab Babe Ridwan, menyatakan bahwa "Ulang tahun Jakarta tidak perlu diubah tanggal dan tahunnya, hanya saja narasinya yg perlu diubah, diperbaiki. Museum bahari itulah dari salah satu sisa-sisa abad voc ada." "Kita harus membangun Jakarta dengan melewati pintu peradaban." Pic by Lutfi R.     Adapun menurut Bang Zaki yang berprofesi sebagai dosen UIN Jakarta, menyajikan pemaparannya yakni Pesta Demokrasi itu adalah istilah di Indonesia, dimana biasanya selalu menyajikan pesta disertai para artis. Artis disini pun adalah artis yg pragmatis, memiliki poin penting dan menarik masyarakat untuk datang. Setiap partai pasti akan melakukannya dalam kegiatan kampanye. Padahal seharusnya akan lebih bermakna bila kampanye dilakukan dengan diadakan diskusi permasalahan yang terdapat di suatu d...

Wisnu

Wisnu By Vadin el-Mhasir Namanya Wisnu, seorang anak laki-laki lucu berumur sekitar 4 tahunan. Wajahnya begitu polos, terlihat sekali dari mata bulat bening dan alis tebalnya, pipi gembilnya yang begitu mempesona mengalahkan kue bakpau. Dia seorang anak yang berbeda, begitu lincah dan mahir berbicara dengan lancarnya. Begitu banyak komentar dan pertanyaan yang terlontar dari bibir mungil anak itu. Begitu lucu nada bicaranya, tingkah laku lincahnya pun tidak ketinggalan, mengisyaratkan bahwa ia adalah anak laki-laki yang hidup dengan kebahagiaan, kasih sayang dan cinta. “Aku mau makan di tempat yang disana, di atas sungai seperti di kapal, airnya banyak ada bebeknya. Enak adem ada banyak pohon pisang juga, ayo kesana lagi..”    Selintas bicaranya memang seperti anak seusianya yang lain, tapi jika diperhatikan lagi, ia memiliki daya ingat dan perasa yang luar biasa. Nilainya akan berbeda, lebih tinggi dan bisa dibilang mencapai simbol A+. Ia seorang anak ...