Skip to main content

Wisnu

Wisnu

By Vadin el-Mhasir




Namanya Wisnu, seorang anak laki-laki lucu berumur sekitar 4 tahunan. Wajahnya begitu polos, terlihat sekali dari mata bulat bening dan alis tebalnya, pipi gembilnya yang begitu mempesona mengalahkan kue bakpau. Dia seorang anak yang berbeda, begitu lincah dan mahir berbicara dengan lancarnya. Begitu banyak komentar dan pertanyaan yang terlontar dari bibir mungil anak itu. Begitu lucu nada bicaranya, tingkah laku lincahnya pun tidak ketinggalan, mengisyaratkan bahwa ia adalah anak laki-laki yang hidup dengan kebahagiaan, kasih sayang dan cinta.
“Aku mau makan di tempat yang disana, di atas sungai seperti di kapal, airnya banyak ada bebeknya. Enak adem ada banyak pohon pisang juga, ayo kesana lagi..” 
  Selintas bicaranya memang seperti anak seusianya yang lain, tapi jika diperhatikan lagi, ia memiliki daya ingat dan perasa yang luar biasa. Nilainya akan berbeda, lebih tinggi dan bisa dibilang mencapai simbol A+. Ia seorang anak yang pemilih, komentarnya tak terduga dan tentu saja begitu jujur. Siapa sangka anak imut lucu yang menggemaskan ini ternyata memiliki daya kecerdasan dan akhlak yang tinggi, bahkan mampu mengalahkan seorang pejabat dan pengusaha besar yang terbilang biasanya hanya berpikir tentang yang di depan dan di atasnya saja, seolah-olah lupa dengan kenangan dan benih-benih tumbuhan di tanah lapang.
Aku pertama kali bertemu dengannya ketika dia datang bersama ibunya dan duduk manis di depan meja yang menghadap ke arah sungai. Dia terlihat begitu kalem dan manis, tidak ada sepatah kata pun yang terucap. Bahkan ketika aku mengajukan beberapa pertanyaan padanya, tidak ada yang digubris sama sekali. Gemes dan kesal hingga cubitan kecil di pipi dan permainan tangan ku di perut mungil Wisnu akhirnya melayang. Meski begitu, satu gerakan pun tidak ada yang terlihat, dia hanya duduk diam dan tidak bergerak. Heran dengan bocah yang satu ini, tidak banyak tingkah dan begitu berbeda dengan anak-anak yang biasa ku temui, mereka yang sering banyak berlaga dan bertingkah seperti mencari-cari perhatian pada orang-orang di sekitarnya. 
“Dia malu kalo baru kenal orang, kakak. Makanya diem aja. Kalo udah kenal, beuuuh cerewetnya minta ampun..” Ibunya menjelaskan karena tingkah anaknya yang hanya diam dan tak bersuara sama sekali.
Pertemuan kedua, masih tetap sama. Ditanya hanya diam dan memilih membisu seribu bahasa. Gemas aku bertanya-tanya tapi tak pernah ada jawaban, serasa ingin menelan bocah ini bulat-bulat sesuai dengan tubuh mungilnya yang bulat. Putus asa? Tidak! Aku tidak menyerah hanya karena dikacangin anak kecil. Kesal tapi penasaran, bocah macam apa ini? Batu kah dia? atau jangan-jangan robot berjalan? Pemikiran ngawur mulai bermunculan. Ah lelah juga ya ternyata, bertanya tapi tak pernah dijawab. Ckck kasihan..
“Bunda, aku mau es krim! Yang gede terus duduk sama bunda nonton Spongebob.” Dengan lantangnya Wisnu bersuara dan beranjak pergi. 
Sungguh, aku terkejut bukan kepalang. Bocah pendiam ini berbicara dengan lantang dan lancarnya. Mataku hampir meminta keluar saking kagetnya, dan tak bisa lepas dari pandangan bocah kecil itu. Siapa yang menyangka, ternyata manusia kecil yang begitu pendiam dan tak berkutik itu bisa berbicara dengan lantang dan setengah berteriak tentang apa yang dimaunya. Manusia kecil itu benar-benar tidak diduga dan sulit ditebak. Bahkan mungkin binatang-binatang kecil dan plankton di baju yang dikenakannya pun sama terkejutnya denganku, mungkin juga mereka tidak bisa membayangkan bahwa tuannya itu (diam-diam menghanyutkan).
Namanya Wisnu, seorang bocah cilik yang begitu mempesona. Memiliki bulu mata lentik dan alis yang tebal. Tatapan matanya tajam, begitu fokus dan lurus ke depan sasaran. Matanya bulat besar dan mengkilat, begitu jernih dan indah. Dipandang pun tidak akan membosankan, bahkan jika berjam-jam menatapnya. Bola matanya yang jernih itu mampu memantulkan pemandangan indah nan sejuk, begitu menyenangkan menatapnya.
Namanya Wisnu, anak laki-laki yang pandai berkicau, banyak berkomentar dan suka mengajukan pertanyaan berbobot. Wajahnya mungil, sama seperti bibirnya yang mungil. Tapi, otak dan pemikirannya begitu besar. Pertanyaannya meluas, detail dan ajaib. 
Aku pernah suatu kali membaca sebuah artikel mengenai otak anak. Memang wajar anak-anak suka sekali bertanya, ternyata ada sebuah penelitian di Inggris yang mennyatakan bahwa sekitar 12 jam dari pagi hingga malam hari anak akan mengajukan lebih dari 300 pertanyaan kepada ibunya, bahkan kepada orang-orang disekitarnya. Kenapa bisa begitu? Karena pada usia anak-anak, sel-sel neuron otak anak itu sedang mengalami pertumbuhan. Jadi, sangat bagus bila anak-anak melontarkan banyak pertanyaan, itu berarti menandakan anak mempunyai kecerdasan yang tinggi, apalagi bila yang ditanya memberikan jawaban yang logis. Anak-anak pasti akan semakin penasaran dan makin banyak bertanya, karena sejatinya dengan jawaban-jawaban logis itu membuat anak berfikir kritis. Mereka akan mampu untuk mengasah nalar dan logika, mereka pun akan merasa lebih percaya diri dan tidak suka diam. 
Namanya Wisnu, begitu lincah dan pandai beretika. Sopan ketika datang, santun ketika akan kembali. Wisnu adalah anak laki-laki yang menggemaskan, suka sekali membuat orang lain tertawa dan terkejut. Bukan main tingkahnya, sungguh mempesona!
Namanya Wisnu, seorang bocah berumur sekitar 4 tahunan yang selalu aku tunggu. Satu hari, satu minggu, dua minggu, tiga minggu, satu bulan, tidak pernah muncul lagi. Meski aku mencari, Wisnu tidak pernah dapat aku temukan. Seorang bocah cilik yang mengesankan itu tidak pernah terlihat lagi, tidak hingga hari ini...
SELESAI.


Comments

Popular posts from this blog

Apa yang Akan Kau Ungkapkan Ketika Bertemu dengan Rasulullah?

  Apa yang Akan Kau Ungkapkan Ketika Bertemu dengan Rasulullah?  By. Eva Dianidah  بسم الله الرحمن الرحيم  Ada sebuah syair dari salah satu wanita kebanggaan Islam, namanya Shafiyah Binti Musafir. Ketika turut hadir dalam perang Badar, dan meratapi pasukan Quraisy yang terbunuh dalam perang tersebut ia melantunkan sebuah Bait-bait syair berikut.  "Hai orang yang matanya selalu menangis,  Aku ini laksana pengembara yang berjalan semalam suntuk  Sambil minum tetes-tetes air hujan,  Aku bukan seekor singa yang sudah tak punya kuku dan gigi,  Tetapi aku adalah seekor singa jantan lapar Yang masih kuat melompat dan menerkam dengan cakar yang tajam."1     Perang Badar yang merupakan salah satu perang terbesar umat Islam ketika masih didampingi oleh baginda Nabi Muhammad SAW. Bersama beliau, umat Islam turut serta  berjuang melawan pasukan Quraisy hingga di penghujung maut pun mereka tetap teguh berdir...

Kongkow Kebudayaan bersama Bens Radio, Membuka Tabir Budaya Indonesia

KONGKOW KEBUDAYAAN "Menghadirkan Kebudayaan di Tengah Pesta Demokrasi"     Menurut Ridwan Saidi, sang budayawan senior atau yang biasa dikenal dengan panggilan akrab Babe Ridwan, menyatakan bahwa "Ulang tahun Jakarta tidak perlu diubah tanggal dan tahunnya, hanya saja narasinya yg perlu diubah, diperbaiki. Museum bahari itulah dari salah satu sisa-sisa abad voc ada." "Kita harus membangun Jakarta dengan melewati pintu peradaban." Pic by Lutfi R.     Adapun menurut Bang Zaki yang berprofesi sebagai dosen UIN Jakarta, menyajikan pemaparannya yakni Pesta Demokrasi itu adalah istilah di Indonesia, dimana biasanya selalu menyajikan pesta disertai para artis. Artis disini pun adalah artis yg pragmatis, memiliki poin penting dan menarik masyarakat untuk datang. Setiap partai pasti akan melakukannya dalam kegiatan kampanye. Padahal seharusnya akan lebih bermakna bila kampanye dilakukan dengan diadakan diskusi permasalahan yang terdapat di suatu d...

Inilah Maharku Untukmu Sebagai Tanda Cinta Kasih Tulusku Padamu

 بسم الله الرحمن الرحيم By. Vadin el-Mhasir   و كلّ حرف مستحق للبنا     والأصل في المبنيّ أن يسکّنا Setiap individu hendaklah memiliki jiwa yang kokoh, berpegang teguh pada kebenaran   dan pada hakekatnya keteguhan seseorang tergantung pada ke istiqomahan hati. [1]         Wahai saudaraku, pemuda/pemudi yang memiliki keistiqomahan hati, bagaimanakah kabarmu? Masihkah engkau kokoh dan berdiri tegak laksana tiang besi yang berdiri   gagah tak pernah goyah dimakan zaman? Masihkah engkau pada pendirian yang awal meski waktu telah menuntunmu kepada kejayaan yang tak selaras? Semoga hatimu tetap tegar dan kokoh mengarungi derasnya aliran kehidupan di dunia ini yang makin tajam. Ada sebuah syair mengenai akhlak, sebagian berikut: ليس الجمال بأثواب تزيننا    إنّ الجمال جمال العلم والأدب ليس اليتيم قد مات والده     إنّ اليتيم يتيم العلم والأدب "Tidaklah disebut indah sese...