Pendidikan disabilitas
Jenis pendidikan disabilitas ada berbagai macam. Disabilitas adalah orang-orang berkebutuhan khusus, tidak dapat melakukan beberapa pekerjaan karena kecacatan secara fisik. ABK (Anak Berkebutuhan Khusus) adalah anak-anak yang memiliki kesulitan belajar shingga menuntutnya untuk mengikuti pendidikan khusus bagi mereka. Mereka biasanya adalah anak-anak (orang-orang) yang selalu tinggal di rumah, gerakannya terbatas oleh kursi roda, membutuhkan dokter, membutuhkan pengobatan, dan bertingkah. Masalah yang mereka miliki muncul dari lingkungan yang tidak mendukung, bukan karena induvidu itu sendiri.
Golongan 1 adalah orang yang tuna netra, dan tuna rungu. Golongan kedua adalah golongan orang yang secara fisik tidak lengkap.
Sekolah dsabilitas juga dibedakan; SLB (berisis orang-orang disabilitas yang sama), SDLB (Menggabungkan semua anak yang berbeda-beda disabilitasnya), dan pendidikan terpadu (sekolah reguler, menggabungkan anak yang berlainan (disabilitas)dengan yang normal (non-disabilitas).
Dalam pembahasan mengenai disabilitas, tercantum di dalam al-Qur'an:
QS. At-Tin 4
QS. 'Abasa 1-10
QS. An-Nur 61
QS. Al- Fath 17
Penyebab dari disabilitas ada karena faktor personal, artinya dalam diri anak secara pribadi memiliki suatu hal yang kurang, berbeda dengan anak normal lainnya. Solusinya adalah dengan berinteraksi. Memberikan kesempatan kepada anak disabilitas untuk berinteraksi dengan teman sebayanya, orang dewasa dan masyarakat. Pembelajaran positif dari orang tua, guru mengenai hal keterampilan untuk mengembangkan keahlian anak.
Abdullah bin Mas'ud termasuk orang yang disabilitas karena kakinya kecil seperti merpati, tetapi ia memiliki kecerdasan yang tinggi.
Kecerdasan macam kecerdasan itu berbeda-beda, yaitu kecerdasan; Eversitiquostion, Kecerdasan kinestetik= atau keahliannya dan mengembangkannya.
Habibie afsyah termasuk orang yng disabilitas tetapi menjadi orang yang ahli di bidang internet marketing.
Untuk menghilangkan stigma-stigma orang tua tentang anak yang disabilitas, adalah dengan cara memberikan pendidikan kepada pada orang tua. Anggaplah mereka sama rata, sama seperti yang lainnya, berikan hal yang sewajarnya, bimbing anak agar percaya diri dan dapat mengembangkan diri.
Kepada orang tua, kita bimbing dan ajak ke komunitas2 tertentu tentang pendidikan anak disabilitas, anak yang berkebutuhan khusus. Karena ada orang tua yang merasa tidak ikhlas menerima, bertanya tanya mengapa mendapatkan anak yang seperti itu.
Seorang pendidik pun harus memberikan IMPI, memberikan layanan kepada anak yang berkebutuhan khusus, namanya juga anak yang berkebutuhan khusus, maka harus memberikan hal yang khusus kepada anak tesebut. Meskipun anak berada pada kelas dan sekolah yang sama, kita sebagai pendidik harus memberikan hal yang khusus kepada anak tersebut, dan dalam memberikan ujian juga berbeda. Kita sebagai sahabat, teman, harus peka dan memberikan empati kepada mereka. Lebih memberikan perhatian dan bantuan kepada mereka.
Sebenarnya jika anak digabungkan dengan anak di sekolah inklusif, maka anak juga akan mendapatkan pengetahuan yang berbeda, banyak lebih banyak dan dapat bergaul berinteraksi dengan rekan-rekannya.
"Jangan berfokus kepada kekurangan kita, padahal kita mempunyai kelebihan yang begitu banyak. Akan tertutupi kelebihan kita bila hanya terfokus pada satu kekurangan yang kita miliki."
Pembicara: Oki Setiana Dewi, S. Hum, M.Pd dan Neneng Yati Sumiati, M.Si, Psikolog
10 November 2017, Ruang Teater Prof. Dr. Zakiyah Darajat, Fakultas Psikologi, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Comments
Post a Comment