Senin, 07 Mei 2018. Gedung Joang 45, Menteng, Jakarta Pusat.
Dalam acara Diskusi Panel: Dialog Solutif Gerakan Daulat Desa, Menorehkan Sejarah Baru Indonesia Dalam Pilkada Serentak 171 Daerah 2018 serta Pemilu Serentak 2019 dengan tema: "Bangkitnya kedaulatan dan martabat rakyat dalam demokrasi pancasila."
Dinyatakan bahwa IT, ekonomi dan sosial merupakan elemen yang menjadi faktor penting dalam membangkitkan kedaulatan dan martabat rakyat dalam demokrasi pancasila.
Dan pendidikan politik itu sesungguhnya amat penting bagi masyarakat indonesia karena hal ini untuk menjadikan masyarakatnya cerdas agar mampu menjadi pengawas politik yang cerdas pula. Agar ia tahu bahwa sesungguhnya ia memiliki tanggung jawab untuk menyampaikan hal yang salah, memiliki kesadaran untuk melaporkan hal-hal yang tidak baik kepada pihak yang berwajib. Semisal ada berita hoax yang meresahkan, sebaiknya mengecek terlebih dahulu berita tersebut, apakah benar ataukah sebaliknya. Karena adanya ketidakbenaran tidak akan dapat diketahui apabila hanya diam dan bisu, hanya mengikuti alur tanpa mengkritisi maka ketidakbenaran itu tidak akan diketahui.
Masyarakat yang kritis berarti dituntut untuk memiliki gagasan, karena gagasan itu ada pada rakyatnya sendiri, bukan serta merta dari pemerintah. Maka orang baik janganlah diam, tetapi sampaikanlah aspirasi. Jadilah rakyat yang berani, berani menyampaikan aspirasi, mengungkapkan pertanyaan, dan berani mengkritisi, jangan mau hanya menunggu dan menerima kebijakan, ada kesalahan, kekeliruan, tegurlah dan sampaikan kritikan.
Menurut salah seorang pembicara dalam diskusi panel tersebut, disampaikan bahwa "Setiap penguasa itu memiliki kebijakan dan kewenangan masing-masing. Maka kita sebagai pemilih yang cerdas haruslah berfikir cerdas, hentikan politik uang dan berbagai temu kampanye yang tidak sehat. Karena politik uanglah yang sesungguhnya mampu menghancurkan negara kita, bangsa kita. Oleh karenanya, hindari dan jauhkan uang suap dalam dunia perpolitikan agar kita terhindar pula dari kemurkaan Allah SWT., terhindar dari mara bahaya moral dan etika kehidupan."


Comments
Post a Comment