Skip to main content
Pelepasan KKN Mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta 2018

    Selasa, 17 Juli 2018 di Auditorium Harun Nasution UIN Jakarta ramai oleh mahasiswa semester 7. Sekitar 2000 mahasiswa berbondong-bondong masuk ke dalam Auditorium yang dipandu oleh panitia. Auditorium penuh hingga para mahasiswa ada yang tidak mendapatkan bangku untuk duduk, mereka kemudian berinisiatif duduk di lantai pada balkon-balkon lantai 2 auditorium. Dengan agenda pelepasan KKN Mahasiswa UIN Jakarta, beberapa orang penting hadir dalam acara tersebut, mulai dari Rektor beserta jajarannya, dari pihak PPM beserta jajarannya, dan juga dari Kementerian Sosial beserta jajarannya.

  Menurut bapak Rektor Prof. Dr. Dede Rosyada mengatakan bahwa KKN UIN Syarif Hidayatullah Jakarta tahun 2018 merupakan KKN yang baru diadakan dengan diikutsertakan sembilan fakultas dan tiga fakultas tidak diikutsertakan. Ditempatkan pada daerah-daerah terpencil, perbatasan, kebangsaan, dan internasional serta in kampus. Adapun daerah terpencil terdapat 100 desa di Tangerang dan Bogor dengan mengirimkan 200 kelompok KKN, perbatasan negara di Natuna sebanyak satu kelompok, dan kebangsaan di Lampung sebanyak 10 orang, serta internasional di Malaysia, Thailand dan Turki masing-masing satu kelompok.
   Menteri sosial RI Dr. Drs. M. Idrus Marham, MSc, mengutip kalimat ibu Dr. Fadhilah bahwa, "Semua proses yang dilakukan itu harus dengan kesadaran. Karena jika tidak dengan kesadaran, maka tidak akan membekas apa pun itu prosesnya." 
   Secara filosofi, hal yang menjadi dasar atas bantuan Kementrian Sosial terhdap KKN UIN Jakarta adalah karena sadar, kesadaran akan tradisi intelektualitas, pendidikan, insektual. Bagaimana kita berkomitmen membangun tradisi tersebut. Dalam kondisi yang terjadi saat ini dimana sosial yang terkadang kurang sejalan dengan basis intelektual, konseptual. Oleh karenanya kita harus mampu  memberi warna bagi bangsa , berkontribusi bagi bangsa yang lahir dari kampus dan tidak kalah dengan yang lainnya karena kita telah ikut dalam proses yang dijalani.
    Suatu proses mensinergikan tridarma perguruan tinggi. Turun dilapangan KKN dilain sisi adalah untuk belajar kepada masyarakat, dimana masyarkat bisa menjadi guru dan pembelajar yang baik. Belajar mengenai kondisi realitas masyarakat di tempat KKN. 
   Sepatah kalimat penutup oleh Menteri Sosial mengatakan, "Ketika kita ingin melihat pemimpin, yang dilihat adalah prosesnya, bukan hasilnya." Penelitian dan pengabdian harus bisa disinergikan pada saat KKN. Mengembangkan penelitian dan mengabaikan diri untuk masyarakat demi melihat apa yang sedang terjadi dalam masyarakat. Membantu memberikan pengembangan diri dan intelektualitas masyarakat sehingga maju pola pemikiran dan tindakannya. Hal-hal inilah yang sifatnya produktif. 
   Dan adapun menurut pengakuan Kementerian Sosial, kementerian akan lebih memfokuskan pada daerah perbatasan, 41 desa perbatasan dengan negara-negara lain di Natuna. Besar harapannya adalah dalam membimbing keagamaan masyarakat desa setempat, rasa nasionalisme terhadap Indonesia tidak hilang dan termakan asumsi masyarakat dan kebijakan negara perbatasan, karena hal ini termasuk hal yang mengkhawatirkan bagi negara.
"Meskipun kita miskin, janganlah terlihat miskin. Karena kita akan membangun desa, masyarakat, maka haruslah berpenampilan kaya, kaya fisik, kaya pikiran dan kaya hati."
Oleh Vadianidah, 
Ciputat, 17 Juli 2018

Comments

Popular posts from this blog

Apa yang Akan Kau Ungkapkan Ketika Bertemu dengan Rasulullah?

  Apa yang Akan Kau Ungkapkan Ketika Bertemu dengan Rasulullah?  By. Eva Dianidah  بسم الله الرحمن الرحيم  Ada sebuah syair dari salah satu wanita kebanggaan Islam, namanya Shafiyah Binti Musafir. Ketika turut hadir dalam perang Badar, dan meratapi pasukan Quraisy yang terbunuh dalam perang tersebut ia melantunkan sebuah Bait-bait syair berikut.  "Hai orang yang matanya selalu menangis,  Aku ini laksana pengembara yang berjalan semalam suntuk  Sambil minum tetes-tetes air hujan,  Aku bukan seekor singa yang sudah tak punya kuku dan gigi,  Tetapi aku adalah seekor singa jantan lapar Yang masih kuat melompat dan menerkam dengan cakar yang tajam."1     Perang Badar yang merupakan salah satu perang terbesar umat Islam ketika masih didampingi oleh baginda Nabi Muhammad SAW. Bersama beliau, umat Islam turut serta  berjuang melawan pasukan Quraisy hingga di penghujung maut pun mereka tetap teguh berdir...

Kongkow Kebudayaan bersama Bens Radio, Membuka Tabir Budaya Indonesia

KONGKOW KEBUDAYAAN "Menghadirkan Kebudayaan di Tengah Pesta Demokrasi"     Menurut Ridwan Saidi, sang budayawan senior atau yang biasa dikenal dengan panggilan akrab Babe Ridwan, menyatakan bahwa "Ulang tahun Jakarta tidak perlu diubah tanggal dan tahunnya, hanya saja narasinya yg perlu diubah, diperbaiki. Museum bahari itulah dari salah satu sisa-sisa abad voc ada." "Kita harus membangun Jakarta dengan melewati pintu peradaban." Pic by Lutfi R.     Adapun menurut Bang Zaki yang berprofesi sebagai dosen UIN Jakarta, menyajikan pemaparannya yakni Pesta Demokrasi itu adalah istilah di Indonesia, dimana biasanya selalu menyajikan pesta disertai para artis. Artis disini pun adalah artis yg pragmatis, memiliki poin penting dan menarik masyarakat untuk datang. Setiap partai pasti akan melakukannya dalam kegiatan kampanye. Padahal seharusnya akan lebih bermakna bila kampanye dilakukan dengan diadakan diskusi permasalahan yang terdapat di suatu d...

Wisnu

Wisnu By Vadin el-Mhasir Namanya Wisnu, seorang anak laki-laki lucu berumur sekitar 4 tahunan. Wajahnya begitu polos, terlihat sekali dari mata bulat bening dan alis tebalnya, pipi gembilnya yang begitu mempesona mengalahkan kue bakpau. Dia seorang anak yang berbeda, begitu lincah dan mahir berbicara dengan lancarnya. Begitu banyak komentar dan pertanyaan yang terlontar dari bibir mungil anak itu. Begitu lucu nada bicaranya, tingkah laku lincahnya pun tidak ketinggalan, mengisyaratkan bahwa ia adalah anak laki-laki yang hidup dengan kebahagiaan, kasih sayang dan cinta. “Aku mau makan di tempat yang disana, di atas sungai seperti di kapal, airnya banyak ada bebeknya. Enak adem ada banyak pohon pisang juga, ayo kesana lagi..”    Selintas bicaranya memang seperti anak seusianya yang lain, tapi jika diperhatikan lagi, ia memiliki daya ingat dan perasa yang luar biasa. Nilainya akan berbeda, lebih tinggi dan bisa dibilang mencapai simbol A+. Ia seorang anak ...