Skip to main content

Silaturrahmi Karawitan Jawa UIN Syahid dengan UI Depok


    Sabtu, 23 Maret 2019 Elemen Karawitan Jawa Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta mengadakan kunjungan khusus di salah satu UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) Universitas Indonesia. Kunjungan kali ini adalah salah satu agenda penting dari program kerja Ketua Elemen Karawitan Jawa Tarbiyah yang kini dijabat oleh Intan Dwi Apriliani. Tujuan diadakannya kunjungan ini semata-mata untuk ajang bersilaturrahmi antar pemain Karawitan Jawa atau yang biasa disebut dengan Wiyogo.

    Silaturrahmi ini disamping sebagai ajang perkenalan, pun juga sebagai ajang menambah relasi, pengetahuan, sharing ide dan pengalaman serta sebagai ajang belajar memainkan Karawitan Jawa secara bersama-sama dengan rekan-rekan Mahasiswa Universitas Indonesia. Para Wiyogo dari UIN Syahid yang teramat penasaran dengan keadaan dan seluk beluk UKM Karawitan Jawa di UI Depok akhirnya mendapatkan suatu pencerahan dan ilmu baru dari para Wiyogo UI Depok tersebut. Dalam kunjungan ini, kami tentu saja mendapatkan suatu kenyataan yang amat baru. Dimana banyak perbedaan antara Karawitan Jawa Tarbiyah UIN Jakarta dengan Karawitan Jawa UI Depok. Adapun perbedaan tersebut mulai dari alat musik gamelannya, pemainnya, sindennya, bahkan organisasi dan kepengurusannya.
   Sudah jelas bahwa Karawitan Jawa di UIN Syahid merupakan salah satu elemen yang masuk dalam suatu ektrakulikuler di Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, yakni yang bernama POSTAR (Pojok Seni Tarbiyah). Sedangkan pada Universitas Indonesia Depok adalah salah satu UKM yang cakupannya sudah pasti lebih luas, nama UKM ini adalah Karawitan Jawa Sekar Widya Makara. Adapun anggota dari Karawitan Jawa di UI adalah dari berbagai jurusan dan Fakultas, sedangkan di UIN Syahid hanyalah mencakup mahasiswa jurusan yang ada di Fakultas Tarbiyah. Hal ini sudah terlihat bahwa para Wiyogo UI Depok memiliki relasi yang sangat luas hingga mahasiswa mancanegara yang belajar di Universitas Indonesia tersebut. 
    

Taken by Hilda

   Alat musik Karawitan Jawa di UI Depok pun sangatlah lengkap, dimana alat musiknya terdapat Laras Pelog, dan juga Laras Slendro. Sedangkan di UIN Syahid hanya memiliki alat musik Laras Slendro. Laras Pelog maupun Slendro yang dimaksud adalah tangga nada, artinya adalah suatu susunan nada dalam satu oktaf. Dimana musik laras Slendro adalah tangga nada, yaitu 1 (Ji), 2 (ro), 3 (Lu), 5 (mo), 6 (nem). Sedangkan musik Laras Pelog adalah tangga nada yang terdiri dari tujuh nada yang berbeda, yaitu 1 (ji), 2 (ro), 3 (Lu), 4 (pat), 5 (mo), 6 (nem), 7 (tu).
Taken by Hilda

    Adapun Karawitan Jawa UI Depok memiliki tiga orang sinden yang terdiri dari dua orang perempuan, dan satu orang laki-laki. Sinden atau vocal tunggal ini memiliki suara yang begitu melengking namun indah. Di Universitas Indonesia UKM Karawitan Jawa sindennya adalah orang-orang yang sudah memiliki basic dan keahlian dibidang sinden, jadi bagi mereka sebagai sinden tidak boleh asal-asalan, harus sesuai dengan bidangnya. Hal inilah yang belum ada di Karawitan Jawa UIN Syahid, karena biasanya sinden diambil dari salah satu anggota Karawitan yang mampu bernyanyi, itu pun tidak dengan latihan yang serius untuk menjadi sinden, terkadang ketika akan tampil biasanya mendatangkan salah satu anggota elemen Paduan Suara Tarbiyah yang mahir menyanyi dengan nada tinggi.
    Itulah beberapa perbedaan yang ada dalam Karawitan Jawa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dengan Karawitan Jawa Universitas Indonesia Depok. Dengan perbedaan inilah yang membuat kami menjadi saling berbagi, saling merangkul dan memotivasi untuk terus mengembangkan potensi diri dan melestarikan Budaya negara Indonesia. Menjadi lebih baik tanpa harus meninggalkan Budaya sendiri, namun tetaplah bertahan menjadi pelestari Budaya. Karena jika bukan pemuda-pemudi sebagai generasi Bangsa, siapa lagi yang akan meneruskan perjuangan seni musik budaya Indonesia?.

Written by Vadianidah,
salah satu anggota Karawitan Jawa UIN Syahid.
Ciputat, 24 Maret 2019.

Comments

Popular posts from this blog

Apa yang Akan Kau Ungkapkan Ketika Bertemu dengan Rasulullah?

  Apa yang Akan Kau Ungkapkan Ketika Bertemu dengan Rasulullah?  By. Eva Dianidah  بسم الله الرحمن الرحيم  Ada sebuah syair dari salah satu wanita kebanggaan Islam, namanya Shafiyah Binti Musafir. Ketika turut hadir dalam perang Badar, dan meratapi pasukan Quraisy yang terbunuh dalam perang tersebut ia melantunkan sebuah Bait-bait syair berikut.  "Hai orang yang matanya selalu menangis,  Aku ini laksana pengembara yang berjalan semalam suntuk  Sambil minum tetes-tetes air hujan,  Aku bukan seekor singa yang sudah tak punya kuku dan gigi,  Tetapi aku adalah seekor singa jantan lapar Yang masih kuat melompat dan menerkam dengan cakar yang tajam."1     Perang Badar yang merupakan salah satu perang terbesar umat Islam ketika masih didampingi oleh baginda Nabi Muhammad SAW. Bersama beliau, umat Islam turut serta  berjuang melawan pasukan Quraisy hingga di penghujung maut pun mereka tetap teguh berdir...

Kongkow Kebudayaan bersama Bens Radio, Membuka Tabir Budaya Indonesia

KONGKOW KEBUDAYAAN "Menghadirkan Kebudayaan di Tengah Pesta Demokrasi"     Menurut Ridwan Saidi, sang budayawan senior atau yang biasa dikenal dengan panggilan akrab Babe Ridwan, menyatakan bahwa "Ulang tahun Jakarta tidak perlu diubah tanggal dan tahunnya, hanya saja narasinya yg perlu diubah, diperbaiki. Museum bahari itulah dari salah satu sisa-sisa abad voc ada." "Kita harus membangun Jakarta dengan melewati pintu peradaban." Pic by Lutfi R.     Adapun menurut Bang Zaki yang berprofesi sebagai dosen UIN Jakarta, menyajikan pemaparannya yakni Pesta Demokrasi itu adalah istilah di Indonesia, dimana biasanya selalu menyajikan pesta disertai para artis. Artis disini pun adalah artis yg pragmatis, memiliki poin penting dan menarik masyarakat untuk datang. Setiap partai pasti akan melakukannya dalam kegiatan kampanye. Padahal seharusnya akan lebih bermakna bila kampanye dilakukan dengan diadakan diskusi permasalahan yang terdapat di suatu d...

Inilah Maharku Untukmu Sebagai Tanda Cinta Kasih Tulusku Padamu

 بسم الله الرحمن الرحيم By. Vadin el-Mhasir   و كلّ حرف مستحق للبنا     والأصل في المبنيّ أن يسکّنا Setiap individu hendaklah memiliki jiwa yang kokoh, berpegang teguh pada kebenaran   dan pada hakekatnya keteguhan seseorang tergantung pada ke istiqomahan hati. [1]         Wahai saudaraku, pemuda/pemudi yang memiliki keistiqomahan hati, bagaimanakah kabarmu? Masihkah engkau kokoh dan berdiri tegak laksana tiang besi yang berdiri   gagah tak pernah goyah dimakan zaman? Masihkah engkau pada pendirian yang awal meski waktu telah menuntunmu kepada kejayaan yang tak selaras? Semoga hatimu tetap tegar dan kokoh mengarungi derasnya aliran kehidupan di dunia ini yang makin tajam. Ada sebuah syair mengenai akhlak, sebagian berikut: ليس الجمال بأثواب تزيننا    إنّ الجمال جمال العلم والأدب ليس اليتيم قد مات والده     إنّ اليتيم يتيم العلم والأدب "Tidaklah disebut indah sese...